hai! agak canggung, lama tidak menulis di sini. aku sempat membaca cerita-cerita yang terarsip, dan betapa banyak hal ternyata telah berlalu. lalu tiba di hari ini. hari-hari ini, aku masih belum sepenuhnya menyadari bagaimana perputaran waktu melewatiku. sempat terasa sangat lambat, lambat sekali sampai rasanya begitu sesak. 9 februari 2026, pagi itu aku diantar seorang teman ke stasiun kiaracondong. hari sebelumnya, aku sempat sampaikan cerita ke temanku itu; sepanjang hidupku, hanya dua momen aku sama sekali tidak mengenali bapakku, pernah saat dia marah dan saat dia sedang sakit sekarang. dan aku pulang untuk alasan yang terakhir. aku memasuki rangkaian kotak besi itu. sebuah ruang yang akan mengurungku hampir 10 jam. langkah-langkah menuju ke sana tidak pernah ringan. berkali-kali aku menyadari, rasanya sangat perih. aku orang yang mudah sekali tertidur, apalagi mengetahui berapa lama waktu aku tidak bisa banyak beranjak d...
selamat lebaran. kemarin kita baru saja memeluk penuh harap agar berjumpa dengan ramadan berikutnya. ramadan, momentum yang kita hitung mundur mungkin sejak 100 hari menjelang kedatangannya, terlepas perasaan apa yang menyertai. "tidak terasa, 100 hari lagi ramadan" "tidak terasa, ramadan menghitung hari" sampai kita menyapa, "marhaban ya ramadan" sampai kita tidak merasa, ramadan telah berlalu. rapalan mantra terucap agar kita kembali menjumpai ramadan dengan utuh, dengan penuh, dan seteduh mungkin. lalu kita sembari bersiap menjemput yang disebut sebagai hari kemenangan kita perayaan idulfitri menjadi hari yang aku selalu tunggu, seterbatas atau semelimpah apapun perasaannya dengan lega, dengan bahagia, dan dengan sukacita. bertukar maaf merobohkan dinding ego dalam diri, bertemu kerabat jauh yang bisa jadi hanya setahun sekali, saling berkunjung yang biasanya kita enggan jika tidak ada keperluan menyantap beragam jajanan tanpa kira-kira, "mu...