haiii, ini nadila.
surat ini ditulis saat nadila sedang berdebar.
aku sedang menunggu bimbingan di fakultas ilmu budaya.
dosen pembimbingku sedang baca draft tesisku.
sepertinya catatannya panjang sekali.
aku sebenarnya merasa bersalah juga bimbingan padanya sekarang.
aku tak pernah menemuinya setelah ujian proposal dan menghilankkk.
sekarang, baru menemui lagi, terus bawa draft tepat 100 halaman.
aku takut. tenggat sudah sedikit lagi.
kepalaku rasanya mau pecah.
aku nggak bisa mikir dan mencerna apa-apa lagi.
aku takuuut...
Komentar